wb_sunny

Breaking News

Biofarma Ungkap Kerja Sama dengan China Uji Vaksin Corona

Biofarma Ungkap Kerja Sama dengan China Uji Vaksin Corona


Direktur Utama Biofarma Honesti Basyir mengatakan pihaknya bekerja sama dengan  perusahaan swasta China Sinovac Biotech yang saat ini sedang menguji vaksin virus corona inactivated yang disebut CoronaVac untuk tangkal Covid-19 .

Bentuk kerja sama antar kedua perusahaan berupa transfer teknologi dari Sinovac ke Biofarma hingga penggunaan bibit vaksin miliki Sinovac oleh Biofarma. Soal produksi vaksin, Biofarma masih menjadi penanggung jawab dalam memproduksi vaksin tersebut.

"Platform teknologi yang diadaptasi dalam pengembangan vaksin Covid-19 adalah vaksin inactivated. Sinovac telah mengadaptasi platform ini selama epidemi SARS," kata Honesti dalam konferensi virtual, Kamis (16/7).

Saat ditanya lebih detail mengenai izin edar dan detail transfer teknologi, Biofarma belum memberikan tanggapan. Namun, menurut Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menyebut Biofarma mendapat izin edar vaksin dan bisa memproduksi massal di Indonesia.

"Izin edar dariBPPOM untukBiofarma, agar bisa produksi massal vaksin yang bibitnya dariSinovac," katanya saat dihubungi, Jumat (17/7).

Lebih lanjut, Honesti juga mengatakan transfer teknologi akan dilakukan saat uji klinis fase 3 sedang dilakukan oleh Sinovac. Sinovac saat ini telah menyelesaikan uji praklinis, fase 1, dan fase 2.

"Transfer teknologi produksi vaksin Covid-19 dari Sinovac ke Biofarma direncanakan sementara uji klinis fase 3 sedang dilakukan. Sinovac berencana untuk memasuki uji klinis fase 3 di beberapa pusat uji coba di dunia," kata Honesti.

Menurut Honesti, saat ini Biofarma sedang mempersiapkan uji klinis fase 3 bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran di Bandung dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta.

Ia pun menjelaskan, uji klinis juga berkoordinasi secara intensif dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

"Diperkirakan bahwa hasil awal dari uji klinis fase 3 ini dapat diajukan untuk Otorisasi Penggunaan Darurat oleh BPOM pada Triwulan 1 tahun 2021," kata Honesti.

Honesti mengatakan Sinovac dipilih sebagai mitra internasional  dalam pengembangan vaksin dengan mempertimbangkan banyak aspek, seperti pertimbangan ilmiah, kemungkinan untuk memperoleh teknologi, dan kesepakatan bisnis.

Sinovac dipilih karena berbagai alasan. Pertama kualitas vaksin Hepatitis A-nya telah terjamin melalui sistem Prakualifikasi WHO, di mana tidak banyak perusahaan yang dapat memiliki vaksin WHO yang Prakualifikasi.

Kedua, vaksin Prakualifikasi  itu adalah bukti bahwa Sinovac telah menerapkan sistem manajemen kualitas yang kuat. Ketiga, pengembangan vaksin Covid-19 Sinovac telah meningkat pesat. Perusahaan telah melakukan tes hewan non-primata pertama untuk vaksin Covid-19 dengan hasil yang menjanjikan dan diterbitkan dalam jurnal Science.

Keempat, Sinovac  adalah salah satu dari sedikit perusahaan pertama yang melakukan uji klinis fase III untuk manusia pada bulan Juli.

Kelima, Sinovac memiliki kapasitas industri skala besar dan pengalaman untuk memproduksi vaksin di seluruh dunia untuk lebih dari 30 negara.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar