wb_sunny

Breaking News

Lansia Perlu Perlindungan Lebih Esktra Agar Tidak Tertular Virus Corona

Lansia Perlu Perlindungan Lebih Esktra Agar Tidak Tertular Virus Corona


COVID-19 penyakit yang disebabkan oleh virus corona jenis baru telah menjadi pandemi di hampir seluruh penjuru dunia. Jumlah kematian akibat infeksi virus ini terus meningkat setiap harinya.

Data Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menunjukkan virus SARS COV-2, nama resmi coronavirus jenis baru yang menyebabkan Covid-19, menyebabkan dampak yang lebih berat terhadap orang usia (lansia) dibandingkan kelompok umur lebih muda. Sekitar 22 persen kematian yang terjadi akibat virus corona dialami lansia yang berumur di atas 80 tahun.

Di Indonesia, berdasarkan update data corona yang dilansir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di antara 930 jiwa pasien positif yang meninggal dunia (per 7 Mei 2020), sebagian besar berusia 60 tahun lebih.

Sebanyak 45,4 persen kasus kematian pasien Covid-19 di Indonesia dialami orang berumur di atas 60 tahun. Kelompok usia ini mengalami dampak paling berat dari infeksi virus corona.

Sementara 39,5 persen kematian akibat Covid-19 di Indonesia terjadi pada pasien dari kelompok usia 46-59 tahun. Hanya 10,6 persen kematian terjadi pada pasien usia 31-45 tahun. Angka pada kelompok kelompok usia di bawahnya juga jauh lebih rendah.

Di sisi lain, dari total 12.776 kasus positif corona di Indonesia (data pada 7 Mei 2020), mayoritas dialami oleh mereka yang masih berada di usia produktif, yakni 46-59 tahun (29,9 persen), 31-45 tahun (28,9 persen) dan 18-30 tahun (18,3 persen). Jumlah pasien positif corona dengan usia di atas 60 tahun justru hanya 17,8 persen.

Data di atas menggambarkan bahwa proses penularan virus corona lebih banyak dialami mereka yang masih berusia produktif dan terbilang muda. Hal ini mengingat masyarakat usia produktif memiliki mobilitas tinggi sehingga lebih rentan terinfeksi virus corona. Akan tetapi, dampak fatal hingga berujung kematian justru dialami banyak lansia yang tertular Covid-19.

Penyebab utamanya adalah sistem imun pada lansia sudah menurun sehingga tidak bisa bekerja maksimal seperti saat masih muda. Belum lagi, banyak lansia memiliki penyakit penyerta.

Data Gugus Tugas menunjukkan, 22 persen pasien yang meninggal usai terinfeksi corona memiliki penyakit hipertensi. Sementara 16,7 persen pasien lain yang meninggal mempunyai diabetes dan 10,8 persen memiliki sakit jantung. Tiga jenis penyakit penyerta (komorbid) ini umumnya dialami para lansia.

Sebuah penelitian yang dilansir laman hopkinsmedicine.org, juga menunjukkan orang dewasa yang berusia di atas 60 tahun, terutama mereka yang memiliki penyakit jantung, penyakit paru-paru, diabetes dan kanker, lebih cenderung mengalami dampak parah hingga berujung kematian seusai terinfeksi virus corona.

Oleh karena itu, para lansia memerlukan perlindungan dan pencegahan lebih ekstra agar terhindar dari virus corona. Berikut sejumlah tips mencegah penularan virus corona pada para lansia, seperti dilansir laman Indonesia.go.id, Kemenkes, WHO dan sumber lainnya:





  • Rajin cuci tangan secara teratur dengan air mengalir dan sabun
  • Cuci tangan juga bisa memakai hand sanitizer (kandungan alkohol 60 persen)
  • Memakai masker, terutama saat keluar dari rumah
  • Menghindari kontak dekat dengan orang lain (jaga jarak minimal 1-2 meter)
  • Menghindari kerumunan orang dan tempat-tempat ramai
  • Tetap berada di rumah, kecuali ada urusan mendesak
  • Tidak berbelanja ke pasar atau supermarket dan tempat banyak orang
  • Tidak melakukan perjalanan, kecuali sangat terpaksa
  • Beribadah di rumah
  • Menjalankan hobi di rumah
  • Menghilangkan kebiasaan menyentuh mata, hidung dan mulut
  • Mengonsumsi obat secara rutin untuk penyakit yang diderita
  • Tunda pemeriksaan rutin ke dokter, atau sebaiknya pakai konsultasi online
  • Sementara tidak menerima kunjungan anggota keluarga yang lebih muda
  • Pakai komunikasi virtual untuk bertemu anggota keluarga (anak atau cucu)
  • Berkomunikasi dengan teman-teman lansia dengan komunikasi virtual
  • Usahakan pakai barang dan tempat tidur terpisah dari anggota keluarga lain
  • Sediakan stok suplemen, vitamin dan obat di rumah
  • Berolahraga ringan secara rutin setiap hari
  • Memastikan anggota keuarga serumah dan pembantu melakukan pencegahan
  • Cukup tidur, malam 6-8 jam dan siang 2 jam
  • Makan makanan dengan gizi seimbang

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar