wb_sunny

Breaking News

Perlunya Social Distancing Dalam Menghadapi COVID-19

Perlunya Social Distancing Dalam Menghadapi COVID-19


Jaga jarak aman (social distancing) artinya membatasi pergerakan kita dengan sebisa mungkin dengan berada di rumah dan tidak pergi ke tempat-tempat umum. Dengan menjaga jarak aman, kita punya andil dalam mencegah penyebaran virus Corona dan penyakit COVID-19.

Kenapa jaga jarak aman diperlukan?


Bayangkan terjadi kebakaran. Di sekeliling api ada banyak bahan mudah terbakar. Agar kebakaran tidak meluas, tentu barang-barang mudah terbakar tersebut harus dijauhkan sambil tetap berusaha memadamkan api, bukan? Kejadian COVID-19 ini pun bisa diibaratkan seperti peristiwa kebakaran. Memadamkan api, yaitu memberikan perawatan pada orang-orang yang terinfeksi, memang penting. Tapi mencegah meluasnya kebakaran, yaitu mencegah meluasnya penyebaran virus Corona, juga tak kalah penting. Mengurangi interaksi langsung dengan orang lain dengan menjaga jarak aman dapat membantu pencegahan ini.


Apa yang bisa dilakukan untuk menjaga jarak aman?


Keluar rumah seperlunya saja

Ini tidak berarti harus selalu berada di kamar dan mengisolasi diri lho, kita tetap butuh sinar matahari dan udara luar. Secara umum, keluar dan berjalan-jalan di halaman rumah relatif aman. Jika bertemu tetangga, jangan panik lalu buru-buru masuk. Tetap saling menyapa sambil menjaga jarak aman, minimal 1 meter. Namun demikian, jika sedang sakit atau memiliki gejala-gejala yang bisa ditularkan kepada orang lain seperti bersin dan batuk, tetaplah berada di dalam rumah.


Hindari kerumunan orang jika memang harus keluar rumah

Misalnya saat berbelanja bahan makanan pilih rentang waktu di mana pengunjung tidak terlalu banyak. Kurangi pula penggunaan transportasi umum yang penuh ketika keluar rumah. Jika penggunaan transportasi umum tidak bisa dihindari, jaga jarak dengan penumpang lain, jangan menyentuh wajah, dan selalu cuci tangan setelah sampai tujuan.


Tetap lakukan pekerjaan dan silaturahmi jarak jauh

Dengan bantuan teknologi banyak hal menjadi lebih mudah. Jika perusahaan atau sekolah membolehkan bekerja atau belajar dari rumah, tetaplah produktif. Manfaatkan fasilitas conference call untuk berkomunikasi soal pekerjaan. Fitur chat maupun video call juga bisa digunakan untuk bertukar kabar dengan teman dan keluarga.


Kantor saya mewajibkan para pegawai untuk bekerja dari rumah. Bolehkah saya liburan ataupun mudik sambil tetap bekerja dari sana?

Meski terasa seperti libur karena tidak ke kantor, ini bukan waktunya piknik lho. Jangan sampai ketika piknik, kita malah bertemu dengan kerumunan orang yang ternyata positif COVID-19. Atau lebih gawatnya lagi, justru kita yang positif dan tanpa sadar menularkan penyakit di tempat lain. Jadi, mari tetap berada di rumah dan keluar seperlunya saja.


Saya ingin berolahraga ke gym. Apakah ini tetap diperbolehkan?

Sebetulnya masih boleh, asalkan tetap menjaga jarak dan menjaga kebersihan diri sendiri maupun tempat berolahraga. Akan tetapi, menghindari kegiatan olahraga yang melibatkan interaksi dengan banyak orang di tempat tertutup seperti gym memang lebih direkomendasikan. Selain ke gym, masih banyak kok cara lain untuk menjaga kebugaran tubuh. Kamu bisa latihan push up dan sit up di rumah. Belajar yoga melalui tutorial di youtube juga bisa. Atau biar lebih ramai, ajak orangtua, pasangan, atau adik dan kakakmu yang tinggal serumah untuk zumba ataupun poco-poco bersama. Ingat, banyak jalan menuju Roma, banyak jalan pula menuju badan sehat.


Apakah saya perlu mengurangi membeli makan di luar?

Makan di luar untuk saat ini lebih baik dihindari, mengingat banyak orang yang keluar-masuk rumah makan tanpa kita ketahui kondisi kesehatannya. Jika memang sudah yakin akan kebersihan penyiapan makanan di rumah makan tertentu, opsi yang paling aman adalah membeli makanan tersebut dengan cara dibungkus untuk dinikmati di rumah. Jangan lupa cuci tangan sebelum makan ya!


Bagaimana kalau saya sakit dan perlu ke dokter?

Cek kondisi diri. Sebagai langkah awal, Anda bisa memeriksa gejala yang dialami lewat Sistem Periksa Tepat Berbasis AI Prixa. Jika gejala yang muncul serupa gejala COVID-19, ikuti Alur Deteksi COVID-19 untuk menjaga kemungkinan menulari orang lain.


Apakah jaga jarak aman betul-betul bermanfaat?

Pernah dengar kasus pasien no.31 yang tidak menjaga jarak aman di Korea Selatan? Saat itu memang yang bersangkutan tidak mengetahui bahwa dirinya terinfeksi virus Corona. Ketika ia mengalami gejala COVID-19, dokter merekomendasikan untuk segera dilakukan pemeriksaan berikutnya. Akan tetapi, ia tidak mengikuti saran tersebut dan tetap mengunjungi tempat-tempat umum seperti biasa. Pada akhirnya, pasien no.31 tersebut terbukti positif COVID-19. Dengan tidak menjaga jarak aman, ia menjadi sumber terinfeksinya 80% pasien COVID-19 serta membuat 2 klaster besar penyebaran virus corona di Korea Selatan. Mudah-mudahan hal ini tidak terjadi di Indonesia ya.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar