wb_sunny

Breaking News

Indonesia Gandeng Korsel dan Jepang Untuk Produksi Alat Medis

Indonesia Gandeng Korsel dan Jepang Untuk Produksi Alat Medis


Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia tengah menjalin proses produksi bersama peralatan medis virus corona bersama Korea Selatan dan Jepang.

Menurut Retno, skema produksi bersama ini dilakukan Indonesia demi mengatasi kekurangan peralatan medis seperti pakaian pelindung APD dan masker di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

"Indonesia dan Korea Selatan, juga Indonesia dan Jepang sekarang tengah menjalin skema produksi bersama praktis untuk pasokan medis seperti pembuatan APD dan lain-lain," kata Retno dalam jumpa pers virtual dengan media asing pada Kamis (16/4).

Selain kedua negara itu, Retno menuturkan Indonesia juga tengah meminta Turki agar mengizinkan pemerintah mengimpor barang mentah yang diperlukan untuk memproduksi alat medis di dalam negeri.

Retno menegaskan ia terus berupaya berkomunikasi dengan berbagai menlu negara asing untuk memastikan semangat kerja sama dan sinergi terus diperkuat dalam memerangi pandemi yang telah menginfeksi lebih dari 2 juta orang di 210 negara dan wilayah di dunia.

"Tidak hanya Indonesia, tapi juga dunia secara umum, tengah menghadapi kekurangan pasokan medis yang beragam. Karena itu, kolaborasi dengan negara lain bukan hanya perlu tapi harus dilakukan demi mengatasi hal ini," tutur Retno.

Dalam jumpa pers di depan puluhan wartawan media asing, Retno mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menyetop rantai penularan virus corona sejak kasus Covid-19 terdeteksi pertama kali awal Maret lalu.

"Dengan ujung tombak gugus tugas akselerasi mitigasi penyebaran virus corona, Indonesia secara aktif dan tanpa kenal lelah memperkuat upaya penanganan virus corona sejak awal seperti melakukan isolasi, perawatan, dan pelacakan kontak," kata Retno.

Pernyataan itu diutarakan Retno ketika sejumlah pihak menganggap pemerintah Indonesia kelabakan dalam menangani penyebaran virus corona di dalam negeri.

Sebab, pemerintah sempat dinilai meremehkan wabah corona sebelum virus serupa SARS itu terdeteksi di Indonesia.

Jumlah kasus itu menjadi yang tertinggi kedua di Asia Tenggara.

Sementara itu, jumlah kematian Indonesia menjadi yang tertinggi di kawasan.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar