wb_sunny

Breaking News

BPPT Kembangkan PCR Untuk Masyarakat Indonesia

BPPT Kembangkan PCR Untuk Masyarakat Indonesia


Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah mengembangkan real time polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi virus corona.

Kepala BPPT, Hammam Riza mengatakan pengembangan dilakukan pihaknya bersama Bio Farma dan pihak swasta.

"Sudah sejak tanggal 16 Maret lalu kami mencoba mengembangkan beberapa alat, termasuk PCR," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (27/4).

Ia menjelaskan, PCR yang sedang dikembangkan tersebut memanfaatkan strain atau varian genetik virus corona yang menginfeksi orang Indonesia dengan transmisi lokal.

"PCR dengan strain virus orang Indonesia ini merupakan gold standar terhadap uji validasi PCR, karena selama ini menggunakan PCR impor yang strain virusnya berasal orang luar," jelas Hammam.

Saat ini, PCR kit masih melalui tahap pengembangan dan akan dilakukan uji prototipe di Balitbang Kementerian Kesehatan dalam waktu dekat. Pengembangan ini terhalang oleh ketersediaan alat reagen yang saat ini masih belum bisa diproduksi dalam negeri.

Apalagi, sebagaimana dikatakan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto pada Selasa (21/4) lalu, ada keterlambatan kedatangan reagen untuk tes Covid-19, sehingga beberapa laboratorium uji berhenti beroperasi.

Meski demikian, Hammam mengatakan pihaknya menargetkan seratus ribu alat uji yang akan diproduksi dan didistribusikan ke rumah sakit serta laboratorium yang menguji spesimen Covid-19.

"Jika sudah punya izin produksi dari Balitbang Kemenkes, maka bersama PT Bio Farma (Persero) mampu memproduksi 50.000 unit PCR per pekan," katanya.

Selain PCR, BPPT juga melakukan pengembangan alat lainnya untuk mendukung penanganan virus corona di Indonesia. Alat tersebut diantaranya adalah rapid test, sistem deteksi Covid-19 menggunakan artificial intelligent (AI), membangun Laboratorium Keamanan Level 2 (BSL-2) serta membuat mobile laboratory dengan container.

"Kita membuat laboratorium mobile untuk ke daerah-daerah agar spesimen tidak perlu dikirim ke Jakarta sehingga hasilnya bisa lebih cepat," ujar Hammam.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar