wb_sunny

Breaking News

Physical Distancing Lebih Efektif Daripada Sosial Distancing

Physical Distancing Lebih Efektif Daripada Sosial Distancing

Physical Distancing Lebih Efektif Daripada Sosial Distancing

Selama wabah virus Corona masih menghantui, masyarakat diimbau untuk melakukan social distancing atau menjaga jarak dari kerumunan. Namun, kini anjuran yang lebih cocok diterapkan agar terhindar dari COVID-19 ialah physical distancing. Apa itu physical distancing?

Sebagaimana diketahui, semenjak wabah Corona ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebagai pandemi, seluruh negara terdampak menerapkan aturan ketat. Salah satunya yakni aturan soal social distancing atau usaha untuk menjaga jarak dari kerumunan. Misalnya, membatalkan sejumlah acara seperti pesta hingga rapat.

Kendati demikian, dalam laman resminya, WHO memakai istilah physical distancing. Physical distancing artinya ialah menjaga jarak fisik antar manusia, sehingga yang dihindari bukan kerumunan saja.

"Tindakan jaga jarak fisik (physical distancing) - seperti membatalkan acara olahraga, konser dan pertemuan besar lainnya - dapat membantu memperlambat penularan virus," tulis WHO dalam laman resminya, 18 Maret 2020.

WHO menyebut sudah banyak negara yang mengikuti anjuran ini. Beberapa negara bahkan memakai anjuran ini sebagai solusi untuk atasi virus Corona.

"Banyak negara mendengarkan seruan kami dan menemukan solusi untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk mengimplementasikan paket lengkap tindakan yang telah mengubah gelombang di beberapa negara," lanjut WHO.

Anjuran WHO ini pun diikuti Indonesia. Indonesia juga mengubah istilah social distancing menjadi physical distancing.

"Dalam pencegahan di masyarakat, selain menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, penerapan social distancing saat ini yang terbaru dari WHO adalah physical distancing," kata anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Wiku Adiasasmito, dalam konferensi pers BNPB yang ditayangkan di YouTube, Minggu

Wiku menegaskan physical distancing ini harus benar-benar diterapkan. Seluruh elemen masyarakat diminta mematuhinya.

"Yang agar dipatuhi oleh seluruh elemen masyarakat," jelas Wiku.

Hal senada juga disampaikan oleh Menko Polhukam Mahfud Md. Mahfud menuturkan, penyebutan 'physical distancing' dirasa lebih pas untuk konteks menjaga jarak fisik terkait pencegahan virus Corona (COVID-19).

"Kemarin disepakati 'social distancing' itu nampaknya kurang bagus, lalu ada istilah 'physical distancing' yang lebih dianjurkan lagi untuk menggunakan istilah jarak fisik," kata Mahfud dalam live konpers kepada Wartawan, Senin (23/3/2020).

Mahfud mengatakan bahwa pemerintah mengimbau ada jarak yang harus dijaga dalam berinteraksi dengan orang lain. Bahkan, dianjurkan menjaga jarak sekitar 1 meter kemudian mencuci area wajah, tangan, serta pakaian yang digunakan setelah melakukan pertemuan dengan orang lain.

"Itu yang ditempuh oleh pemerintah agar melakukan hubungan-hubungan dengan orang lain tuh dihindari kalau tidak sangat penting, kalau sangat penting jaraknya diatur 1 meter dan membersihkan diri tangan, wajah, baju, dan sebagainya. Itu supaya dilakukan oleh masyarakat atas bimbingan pemerintah physical distancing," tuturnya.

Meski ada perubahan penyebutan menjadi 'physical distancing', lanjut Mahfud, hal itu tidak mengubah kebijakan apa pun. Pyshical distancing dirasa lebih pas jika ditakar dari konteks budaya masyarakat Indonesia.

"Usulan penyebutan 'social distancing' itu dianggap apa namanya tidak sesuai dengan budaya kita, seakan-akan menjauhkan kerukunan masyarakat. Oleh sebab itu, namanya bukan 'social distancing', tapi 'physical distancing'," imbuhnya.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar